Sunday, 8 September 2013

Halal bi Halal KAMMI KOMPAK


Saat Kader KOMPAK berfoto bersama usai lomba
Ahad (8/9/13), pukul 08.30 WIB,  bertempat di lapangan tembak UNDIP,  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (KAMMI KOMPAK), mengadakan Halal bi Halal setelah sekian lama tidak bertemu. Dalam halal bi Halal ini diawali oleh pembacaan kredo gerakan serta taujih dari KAKOMPAK Arief Mulyawan yang membakar semangat para penghuni bahtera KOMPAK, seperti yang dapat dikutip :
  “ Kita harus dapat menjaga keseimbangan dari seluruh kegiatan kita baik duniawi maupun akhirat. Setelah melakukan secara seimbang, jangan lupa untuk istiqomah, karena bila kita berhenti melakukan kebaikan, makan saat akan melakukannya lagi aka nada perasaan berat dalam melakukannya. Istiqomahlah, lururkanlah niat, karena tanpa keikhlasan makan segala yang kita lakukan akan menjadi sia-sia. Janganlah pernah kita takut saat melakukan kebaikan, karena Allah telah menjajikan surga bagi orang-orang yang berjuang di jalannya”
  Acara Halal bi Halal ini tidak hanya saling bertegur sapa, namun juga ada games yang kian menambah erat persaudaraan dan tentunya KOMPAK yang semakin kompak, Insya Allah. Games ini berupa lomba makan kerupuk dan memasukan pensil dalam botol.

Acara  masih berlanjut dengan serangkaian acara Halal bi Halal KAMMI se-UNDIP, bertempat di bundaran WIdya Puraya UNDIP pada pukul 15.30 WIB, yang Subhanallah dapat mengumpulkan Komisariat-komisariat se-UNDIP salam rangka menyambung tali silahturahim. Begitu semangat para Kader KAMMI, saat semua merasa optimis dapat mencetak kader-kader baru sejumlah 1000 orang di tahun ini, insya Allah. Rasa optimis itu kian menyala saat Mohd Najibullah Bangun (Presiden BEM KM UNDIP) dan Muhammad Fatih Askarillah (Wakil Presiden BEM KM UNDIP) menyampaikan motivasi-motivasi kepada seluruh kader KAMMI se-UNDIP yang kian menggemakan Takbir Allah di bundaran WP, Acara ditutup dengan do’a Rabithah. Takbir, ALLAHUAKBAR!!!

Saturday, 8 June 2013

KKP Bantu Nelayan Miskin
Terkait Kenaikan BBM

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)menyiapkan berbagai program untuk membantu nelayan mengantisipasi dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya akan ditetapkan pemerintah.

"Program bantuan tambahan yang akan diberikanberupa raskin (beras untuk rakyat miskin) dan perumahan khusus bagi nelayan miskin," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Untuk jumlah raskin yang akan diberikan, ujar Sharif, masih dalam tahap perhitungan oleh KKP karena    mengambil data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sedangkan mengenai pembangunan perumahan khusus bagi para nelayan miskin, ia mengemukakan bahwa terdapat dana sekitar Rp1,6   triliun yang ditujukan untuk pengembangan dan pembaharuan pembangunan perumahan khusus bagi nelayan-nelayan miskin di daerah.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan perumahan, sekolah, posyandu untuk kesehatan, serta listrik, dan air," katanya. Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengatakan, program tersebut rencananya akan diberikan di sebanyak 22 kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan perumahan, sekolah, posyandu untuk kesehatan, serta listrik, dan air," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengatakan, program tersebut rencananya akan diberikan di sebanyak 22 kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

Menurut beliau, kenaikan BBM memberikan  dampak yang signifikan bagi para nelayan karena bahan bakar merupakan 60 - 70 persen dari biaya operasional melaut.

Selain itu, KKP juga terus melakukan pembangunan Solar Pack Dealer untuk Nelayan (SPDN).Berdasarkan data hingga Bulan Desember 2010, jumlah SPDN yang beroperasi di Indonesia saat ini berjumlah 250 unit atau meningkat 8,69 persen dibandingkan tahun 2009 yang berjumlah 230 unit. Proyeksi SPDN hingga tahun 2015 diperkirakan mencapai 519 unit atau meningkat 107 persen. Artinya, selama tahun 2011 hingga tahun 2015 secara rata-rata terjadi peningkatan



Kesejahteraan Nelayan dalam
Realisasi Blue Economy,
Isu Garapan KAMMI KOMPAK 2013/2014
Kita sudah sangat sering mendengar tentang Green Economy, nah..sekarang tahukah pembaca semua    dengan Blue Economy?  yaa..konsep ini diperkenalkan Kementerian Kelautan Perikanan yang diharapkan   dapat menjadi cetak biru pengelolaan laut dan kekayaan maritim Indonesia dalam berbagai dimensinya. Sebab, berbicara soal laut, berarti berbicara kandungan sumber daya yang ada di dalamnya plus tata cara pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya itu. Kalau postulat ini disepakati, maka dengan sendirinya paradigma blue economy mau tak mau berbicara pula soal kepentingan pelaku ekonomi di atas permukaan laut yang tak lain adalah nelayan dan masyarakat pesisir.

Keprihatinan akan merosotnya kualitas lingkungan bahkan produktivitas laut Indonesia merupakan kekhawatiran dunia. Akan tetapi, kekhawatiran akan nasib nelayan Indonesia yang tak pernah bisa lepas dari belenggu kemiskinan mungkin hanya menjadi keprihatinan bangsa Indonesia sendiri.
Maka, pembangunan kelautan dalam visi dan paradigma biru harus memperhatikan salah satu elemen bangsa yang sepenuhnya mengandalkan medium laut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kata lain, konsep blue economy mestinya memperkokoh posisi kaum nelayan sebagai subyek pembangunan berbasis kelautan, melalui pelibatan mereka dalam upaya pelestarian kekayaan laut yang kini sedang ­mengalami kerusakan parah, seperti terumbu karang dan sebagainya. Kegagalan green economy menjaga lingkungan hutan lantaran cenderung tidak mengikusertakan kelompok masyarakat yang sehari-harinya tergantung dan bergantung pada lingkungan hutan mesti menjadi pelajaran buat kita bersama.
Berdasarkan keprihatian itu KAMMI KOMPAK melalui Departemen Kajian Strategis berniat          mengusung isu “Pengawalan Kesejahteraan Nelayan dan Masyarakat Pesisir dalam Realisasi Blue Economy, karena mau tidak mau nelayan dan masyarakat pesisir adalah pihak dominan yang akan sangat bergesekan dengan konsep Blue Economy.
Hal ini diperkuat dengan UU No.45 Tahun 2009 yang merupakan salah satu landasan penerapan Blue Economy yang menyebutkan bahwa salah satu tujuan pengelolaan perikanan adalah meningkatkan taraf hidup nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil, hal ini merupakan poin yang akan dikawal realisasinya oleh KAMMI KOMPAK di satu tahun kepengurusan ini, karena dalam pelaksanaan UU ini peluang adanya pembelotan dan munculnya kebijakan tidak pro-nelayan akan sangat besar jika melihat kejadian yang kerap terjadinya sebelumnya, salah satunya kebijakan pemerintah tentang usaha perikanan tangkap itu yang sangat pro pemodal asing .
(Tim Real Action KaStrat).



Friday, 7 June 2013

KESADARAN


Langkah  kaki menelusuri jalan panjang penuh lubang dan berdebu, panas terik matahari setia menemani  langkah kami berdua, tetes-tetes keringat berguguran membasahi setiap ruang kosong tubuh ini, terus dan terus melangkah sampai terlihat sebuah kubah  masjid dari kejauahan, lega dan gembira perasaan kami berdua tak sia-sia langkah kami berdua untuk mencari ”mencari sesuatu yang kadang tak perlu dicari “ , sempat kami melihat satu keluarga kecil yang sedang menunggu penuh penantian di tepi sungai sambil sesekali melihat umpan yang mereka pasang, tidak begitu lama umpanpun ditarik, betapa senang keluarga itu melihat di ujung kail mereka telah terjerat seekor ikan  pelus (sidat), senyum ikhlas  mengembang di bibir mereka, hati ini menjerit sedih, senang, iri bercampur menjadi satu di barengi tetes air mata yang mengalir pelan ke pipi, hati ini terus menggumam betapa bahagianya keluarga itu, mereka bisa tetap tersenyum ikhlas dalam keterbatasan, sekilas di benakku teringat berita kemaren di benda kotak yang mengeluarkan suara dan gambar, ketika sebuah keluarga yang serba kecukupan tapi tanpa ada kebahagiaan, sang suami korupsi dan mengumbar cinta ke wanita lain. Suatu pelajaran besar yang dapat aku peroleh di hari yang panas di tepi jalan berlubang  dan penuh debu berterbangan ini, puji syukur aku ucapkan kepada ”sang pencipta” atas semua yang telah diberikan kepada ku.
            Langkah kaki kami lanjutkan, matahari semakin gagah berdiri di puncak tahta, keringatpun semakin meluncur deras saling berlomba meluncur ke pusat bumi, langkah kami terhenti di persimpangan jalan, terlihat rumah penduduk yang semakin jelas, langkah kami terus kami percepat sembari penuh harapan ada penduduk yang baik hati member kami minum,tanpa sengaja mata ini terfokus di parit kecil di samping jalan, melihat ikan gabus yang cukup besar,dan udang-udang kecil yang menari ceria di parit tepi jalan, lelah yang tadi kami rasakan tiba-tiba menghilang  karena tarian-tarian kecil  si udang. Tak berapa lama bayangan sungai-sungai tercemar yang selama ini sering terlihat merusak benak ku, sering kali aku melihat sungai tercemar di setiap hari ku, bagaimana tangan-tangan itu tega melukai makhluk tak bersalah itu, dia hanya berusaha mengalir menuju kampung halamannya, tapi, tapi kenapa, tangan-tangan itu  berusaha membunuhnya secara perlahan. Pertanyaan ini hilang bersama langkah kaki kami menuju rumah kecil sederhana yang  sangat indah, seorang tua sedang berada di depan rumah sembari membenahi  jala yang kusut, dari percakapan dengan bapak tua itu kami banyak mendapatkan hal-hal baru, kami juga mendapatkan hal yang sangat-sangat penting yang  terus terngiang  di benak ku.
Bulan purnama menunjukan rupanya di malam ini, sinarnya membasuh wajah ku hingga menembus hatiku, suara nyamuk memecah kesunyian dimalam ini , teringat kembali kata-kata bapak tua  kemarin, ”KAMI SUDAH MUAK DENGAN PEMIMPIN YANG HANYA MENGOBRAL  JANJI DAN JANJI”,krisis kepercayaan yang terjadi di Negara ini memang sudah teramat parah, bagaimana tidak para pejabat-pejabat yang seharusnya menjadi wakil rakyat dan memperjuangkan hak dan kesejahteraan rakyat, sebaliknya mereka dengan sadar menggerogoti daging-daging rakyat,mencabik-cabik daging-daging rakyat, miris sekali memang fenomena yang terjadi di negeri ini, di lubuk hati yang terdalam ingin sekali aku melihat negeri ini menjadi negeri yang besar penuh dengan kepastian bukan penuh kepalsuan, mungkin hari ini negeri ini masih penuh kepalsuan dimana yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar, memang kesadaran bukan sesuatu hal yang yang sulit tapi perlu di perjuangkan.

By :Dhe shiddiq

Monday, 27 May 2013

Mutiara Laut Indonesia
Oleh: Revika

Mahasiswa…
Tak kunjung habisnya pembicaraan mengenainya,
Ibarat kepompong yang sedang bermetamorfosa,
Pada fase inilah kebanyakan orang menemukan jati diri serta mengalami perubahan besar dalam hidupnya. Mulai dari perubahan menuju arah yang lebih atau bahkan sampai yang kehilangan jati dirinya sehingga menuju keterpurukan dalam hidupnya. Semua itu bergantung pada pilihan masing-masingindividu. 

Tidak banyak orang yang tahu dan paham arti penting peran mahasiswa. Sejak pertama kali seseorang menjejakkan kakinya di dunia perkuliahan, tak ada habisnya mahasiswa menyimak dan mendengarkan kata:

“Mahasiswa sebagai Agen of Change”
“Mahasiswa sebagai Iron Stock”
“Mahasiswa sebagai Social Control”
Dalam beberapa sisi, saya lebih menyukai bahwa mahasiswa bukanlah sebagai agent of change, melainkan sebagai power of change. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan penggerak dan penentu keputusan terbesar di dalam sebuah tatanan Negara. Pergerakan-pergerakan ini lah yang membuat banyak perubahan pada Indonesia. Jika kita sedikit menoleh ke belakang, maka dapat kita ingat kembali beberapa momen penting terjadi yang melibatkan peran mahasiswa.diantaranya adalah peristiwa berdirinya Boedi Utomo, Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Peristiwa turunnya Soekarno dari jabatannya hingga Peristiwa Reformasi 1998. Tak ubanhya mengguncang Negara, mahasiswa sebagai pemuda-pemudi penerus dan pengelola masa depan bangsa bekerja keras mencari penyelesaian untuk permasalahan bangsa, berjuang untuk memerdekakan bangsa dari tangan penjajah, berjuang untuk membela rakyat dari ketidakadilan yang ditimbulkan dari kaum “Kepercayaan Rakyat” yang justru lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat dan oknum-oknum lain yang terlibat didalamnya.

Pada masa berdirinya Boedi Utomo mahasiswa menyatakan beberapa hal pada peristiwa Sumpah Pemuda, diantaranya:
1.      Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia;
2.      Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia;
3.      Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Pada masa ini, Sumpah Pemuda dijadikan sebagai media untuk menyatukan seluruh pemuda-pemudi Indonesia untuk membebaskan Bangsa Indonesia dari kaum penjajah hingga pada akhirnya para pemuda-pemudi Indonesia (Mahasiswa) dapat merebut kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Pada masa memperebutkan kemerdekaan Indonesia ini, muncullah beberapa pemuda yang menjadi pemimpin  bagi bangsa Indonesia yang dengan gigihnya menyuarakan kemerdekaan melalui berbagai macam media, baik surat kabar, televisi maupun radio. Para pemuda tersebut memproklamirkan kemerdekaan Indonesia ke berbagai penjuru. Pada masa ini, media memegang peranan penting dalam pergerakan mahasiswa tersebut. Media sebagai pusat informasi pun menjadi saran paling penting dalam penyebaran isu, sehingga pembentukan opini maupun bagaimana penciteraan seseorang ataupun lembaga dipengaruhi oleh media.

Berbicara mengenai pergerakan mahasiswa dan media, kedua hal tersebut tidak dapat jauh dipisahkan dalam kehidupan nyata. Hal ini dikarenakan peran media yang berfungsi pembentuk opini masyarakat, pusat informasi dari setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam pemerintahan suatu Negara. Melalui media, pergerakan mahasiswa lebih mudah untuk diketahui  oleh publik, mulai dari sasaran hingga alasan dilakukannya sebuah “AKSI”. Terkadang banyak orang menganggap bahwa sebuah “AKSI” merupakan tindakan negatif yang akan menimbulkan suatu permasalahan ataupun bencana, padahal di dalam kehidupan nyata tidak selamanya “AKSI” berujung pada sebuah tindakan yang anarkis. Banyak sebuah keputusan dan perubahan besar terjadi karena adanya “AKSI”     dari sebuah pergerakan mahasiswa.

Tak ubahnya bagaikan pasang surut air laut, pergerakan mahasiswa pun sempat mengalami periode timbul dan tenggelamnnya eksisitas mahasiswa dalam sebuah tatanan Negara. Puncak pasang tertinggi terjadi pada mei 1998 atau lebih terkenalnya dengan peristiwa reformasi 1998. Peristiwa ini terjadi setelah sekian lama mahasiswa Indonesia terbuai dalam tidur panjang masa orde baru yang membutakan mata mereka terhadap tindakan-tindakan merugikan yang dilakukan oleh Presiden Soeharto pada masa tersebut.

Dimulai pada saat mahasiswa UI yang mendatangi gedung MPR/DPR RI dengan tegas menolak pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan melalui siding umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional kepada MPR. Kondisi Indonesia semakin tegangsejak harga BBM melonjak naik hingga 71% yang ditandai dengan beberapa kerusuhan yang terjadi di Indonesia. Demonstrasi besar-besaran pun dilakukan oleh mahasiswa hingga akhirnya semakin merebak dan meluas. Di Jakarta saja ribuan mahasiswa telah berhasil menduduki gedung MPR/DPR RI pasda tanggal 19 Mei 1998. Atas berbagai tekanan yang terjadi, akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.00, presiden RI pada saat itu, yaitu Soeharto resmi mengundurkan diri, dan kemudia meyerahkan jabatannya ke wakil presidennya yaitu Prof. Bj. Habibie. Pada saat itu semua elemen dari berbagai macam golongan mulai dari organisasi mahasiswa internal maupun eksternal meneriakkan satu suara untuk menurunkan Soeharto. Antara lain FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta), FORBES (Forum Bersama), KAMMI )Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dan FORKOT (Forum Kota). Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta menjadikan masyarakat puas, karena masyarakat menganggap bahwa Bj. Habibie merupakan bagian dari Orde Baru, hingga akhirnya kepemimpinan Bj. Habibie pun digantikan oleh Gusdur.

Melihat hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa bagaikan mutiara dalam laut yang memiliki potensi besar, hanya saja kilaunya tak semua orang menyadarinya. Sifat-sifat pemimpin merupakan cermin dari jiwa mahasiswa. Oleh karena itu, sifat kegigihan, pantang mundur, maju tak gentar membela yang benar, semangat lautan api, dan sifat-sifat lainnya haruslah dimiliki oleh mahasiswa saat ini untuk membawa perubahan menuju yang lebih baik melaui pergerakan,mahasiswa. Mahasiswa pun dapat menjadi hiu yang paling ditakutkan oleh pemerintah, layaknya pemangsa paling menakutkan karena mahasiswa merupakan elemen yang dapat dengan mudah berinteraksi dengan masyarakat, media, dan pemrintah.


Selihai Ikan, Sekuat Karang
KAMMI KOMPAK 2013/2014

Sunday, 19 May 2013

Konsep Diri Sebagai Mahasiswa Muslim


Salam Muslim Negarawan ! ! !

Jumat, 3 Mei 2013, pukul 16.00 WIB (Waktu Indonesia Berdakwah) di Mesjid Al-Huda Perumda, Tembalang, para muharrik KAMMI KOMPAK melaksanakan Madrasah KAMMI 1 yang merupakan agenda rutin yang berguna menambah suplemen dalam pencerdasan para kader. Materi yang di sampaikan adalah tentang konsep diri dengan pemateri dari Kakom, Arief Mulyawan. Langsung saja yuk 

Kita bisa melihat berapa banyak mahasiswa yang terjaring di jalur SNMPTN, dan belum lagi anemo pendaftar yang masuk lewat jalur-jalur di luar itu, bayangkan kita berada di tengah lautan manusia yang sebagai mahasiswa baru, dimana 4-5 tahun lagi akan bersaing pula di bidang yang ditekuni sebagai profesi dengan gelar-gelar yang mentereng, dan eksistensi yang melejit hingga menjadi orang “berdasi”, tetapi dunia kampus syarat dengan penuh pilihan, apakah kita berdiam saja, menjalankan dengan terus mengalah, atau melakukan lompatan-lompatan yang tak terduga,  kita sekarang adalah mahasiswa. Itu merupakan status dan peran kita sebagai kaum intelektual, namun yang menjadi pertanyaan adalah “mahasiswa yang bagaimana dan seperti apa ? ? ?”

Mungkin kebanyakan dari kita masih merasa galau bahkan berpikir sangat keras untuk menuliskan kelebihan kita, dan mudah sekali untuk menulis kekurangan yang kita miliki. Sobat, kadangkala kita under estimate atau memandang sangat rendah terhadap diri kita, bahkan banyak pula di antara kita yang sebenarnya “tidak kenal” terhadap diri sendiri, namun dengan memiliki konsep diri yang jelas berarti kita dapat memahami bahwa diri kita adalah wadah kepribadian, dimana sebagai wadah kita dapat mengetahui bahwasanya diri sendiri penuh dengan keterbatasan. Allah berfirman: “bertaqwalah kepada ALLAH SWT menurut ukuran kemampuan mu” (QS.At-Taghaabun:16), dan ALLAH SWT akan merahmati orang-orang yang tahu kadar kemampuanya, sehingga kita tidak akan salah menempatkan posisi dalam  pergaulan dan memberikan kontribusi sesuai dengan proporsi.

Sobat, sebagaimana kita tahu dalam hidup merupakan suatu perjalanan dari satu titik ke titik yang lain, beranjak dari garis masa lalu, melewati masa kini, untuk menuju masa depan. Masa lalu adalah sebuah sejarah, masa kini adalah realita dan masa yang akan datang adalah penuh dengan misteri, dimana bermilyaran keinginan kita gantungkan setinggi langit. Sebagai seorang muslim, tentunya kita tidak akan membiarkan hidup ini sia-sia. Hidup di dunia ini menjadi terlalu singkat jika hanya dipenuhi dengan keluhan-keluhan, kegelisahan, rasa pesimis, kegalauan  dan angan-angan yang tak menentu. Jiwa-jiwa seperti itu, tidak mencerminkan jati diri seorang muslim sejati. Rasulullah Saw bersabda: “Seorang muslim tidak akan pernah ditimpa, kecuali kebaikan, apabila ditimpa kejelekan ia bersabar, dan jika dilimpahkan kenikmatan maka ia akan bersyukur”. Seorang Muslim tidak akan pernah mengeluh menghadapi kehidupan, karena ia telah memiliki kepribadian yang utuh dalam menghadapi segala macam ujian hidup.

Sejatinya seorang muslim ibarat pohon yang berakar kuat menghujam bumi, batangnya kokoh, dahannya menjulang ke langit, dan buahnya banyak serta berkualitas baik. Ketiganya saling terkait. Akar yang kuat, menopang batang yang kokoh, sehingga dahannya bisa panjang dan menjulang kemudian ketika berbuah pohonnya tetap kokoh, tidak roboh meskipun digantungi buah yang banyak dan terjangan angin dan badai yang selalu menghantam tak tentu waktu. Selain itu, buahnya pun manis-manis, berkualitas baik. Inilah gambaran muslim yang sukses, ketika dia menghasilkan buah yang berkualitas baik, dalam jumlah yang banyak pula. Kita perumpamakan akar pohon adalah konsep diri, batangnya adalah kepribadian serta buahnya adalah amal. Untuk menjadi pribadi muslim sejati, setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, yaitu
1.     mengetahui model manusia muslim yang ideal
2.    mengetahui diri kita dengan baik
3.    mengadopsi model ideal pada diri kita.
Kita coba ketahui 10 karakter muslim ideal, yaitu Salamatul ‘aqidah (Keyakinan yang benar), Shihhatul ‘Ibadah (Ibadah yang benar), Matinul Khuluq (Akhlaq yang kokoh), Tsaqofatul Fikr (Wawasan pengetahuan yang luas), Quwwatul Badan (Tubuh yang kuat), Al-Qudrah ‘ala al-Kasbi (Mampu mencari nafkah), Nafi’an li Ghairihi (Bermanfaat bagi lainnya),Harisan ‘ala waqtihi (Mampu mengatur waktu), Munazhzhoman fi syu’unihi (Mampu mengatur urusannya), Mujahidan linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu). Ini adalah landasan yang perlu kita patri dalam qolbu, apabila kita sudah tahu karakter yang perlu ada di dalam diri kita, maka hal selanjutnya adalah mengetahui dengan baik diri kita.

Dalam hal ini yang perlu kita ketahui adalah punya visi dan berpandangan visioner, banyak buku tentang pengembangan diri yang menyarankan kita selalu memiliki visi dan menetapkanya yang merupakan tujuan hidup. kita masih ingat bagaimana Anas bin Malik mengatakan bahwa semua cita-citanya dimulai sejak ia mengikrarkan 2 kalimat syahadat, sehingga semua aktifitasnya sampai akhir hayatnya selalu di kembalikan pada makna syahadatain tadi, hidup penuh dengan semangat dan bergairah untuk beramal. Lalu mahasiswa yang punya imajinasi produktif, ingat jangan remehkan imajinasi. Tapi berimajinasilah yang positif dan produktif, karena imajinasi sangat membantu kita dalam mewujudkan visi. Selain itu, punya target, dimana target ini memiliki kriteria yaitu, target harus realistis, punya arti dan jelas, membuat kita bersemangat, bertahap, disertai tindakan nyata dan tidak boleh membuat diri kita terisolasi atau tidak bergaul dengan orang lain.

   Setelah semua kita ketahui tentang 10 karakter muslim ideal dan mengetahui diri sendiri, maka mulailah untuk menggali potensi dalam diri dengan mengadopsi dan mengimplementasikan karakter para nabi dalam kehidupan sehari-hari serta untuk selalu bermuaqobah apabila kita melakukan keburukan, kemudian bermuhasabah kepada ALLAH SWT.

“Kenalilah sejauh mana dirimu ? Sampai kamu mengenali yang menciptakanmu ? Itulah arti hidup yang sesungguhnya “

KAMMI KOMPAK 2013
Selihai Ikan, Sekuat Karang


Friday, 10 May 2013

Sekilas Tentang Bohong


Bismillahirrahmaniirahiim,

Pagi ini tidak seperti pagi biasanya. Hawa dingin terasa begitu menusuk hingga mambuat badan ini betah untuk tak beranjak dari tempat tidur. Ya, hujan yang turun ke bumi Tembalang sejak sore kemarin sampai detik ini membuat mata ini semakin nyaman dengan “mimpi”.

Setelah shubuh berjama’ah di masjid terdekat tadi pun badan begitu sangat ingin menyentuh tempat tidur lagi, dan akhirnya, Zzz..Zzz... Biasalah, penyakit mahasiswa. Dan sampai detik ini, tepat pukul 07.03 sontak saya terbangun dari tidur, tidur yang tiada makna karena mengikuti bisikan pembawa  (red. syaithan)

Astaghfirulahal ‘adziiiim.. MasyaAllaaah.. Pagi ini ada syuro. Lupa lupa.. Astaghfirullah..” Ya, batin saya menjerit menyesali tidur pagi tadi, hingga agenda syuro yang telah terjadwal pukul 06.30 tadi terabaikan.

Segera saya bergegas, mengenakan pakaian rapih, parfum, dan segala keperluan untuk syuro. Satu hal yang lupa,,, saya belum mandi. “Ah, bodoh amat.” Batin kembali dalam hati.
Tuut tuut tuut tuut.” Tiba-tiba hp saya berbunyi.

Akh, antum dimana? Syuronya udah dimulai dari tadi.” Tanya seorang kawan di seberang sana melalui sms.

Batin ini kemudian berpikir keras. “Mau balas apa ya? Sedang kondisi belum sepenuhnya siap untuk berangkat.”

Oh iya akh, ana masih di jalan sebentar lagi sampe sana. Afwan ya. J” akhirnya jari-jemari ini berhasil membalas sms nya tanpa ada “rasa bersalah” sedikit pun, dan tanpa merasa berdosa karena telah membohongi diri sendiri dan orang banyak.

Sejurus kemudian saya telah siap dan langsung berangkat ke masjid kampus.
***
Assalamu’alaikum.”

Wa’alaikumsalam warahmatullah,” jawab semua ikhwan serempak.

Afwan ana telat akhi, ana tadi lagi ada urusan.” Lagi-lagi mulut ini tak sanggup mengatakan kebenaran. Astaghfirullah.. 

Iya akhi, gapapa,” tukas seorang ikhwan.

Pagi hari yang cukup dingin itu ternyata sedingin hati ini. Kerap kali hati tak dapat menghentikan bibir ini untuk berucap suatu kebohongan, hanya karena hal sepele, Ingin Menjaga Image di hadapan para ikhwah/sahabat lainnya. Saya sangat menyadari kebohongan ini, tapi lagi-lagi hati tak dapat menghentikan bibir ini untuk berulah. Entah, mungkin karena “berbohong sebagai candaan” sudah menjadi kebiasaan. Hingga akhirnya terbawa dalam kehidupan sebenarnya.

Naudzubillahi min dzaalik..
Astaghfirullahal ‘adziim, hamba mohon ampun Ya Rabb..

***

Mungkin ini yang telah menjadi kekhawatiran Rasulullah, bahwa akan datang suatu masa dimana kaum muslimin akan lalai dengan kehidupan dunia. Mereka lebih mementingkan kehidupan duniawi semata. Menjaga image, riya, ingin dipuji dan hal “menjijikkan” lainnya. Entah, tidak menyadari keberadaan Allah, ataupun karena mata yang mungkin tertutup oleh segala kesenangan dunia hingga begitu menyilaukan mata dari kebenaran-Nya. Tidak menutup kemungkinan, bahkan meskipun jika mereka adalah para muharrik dakwah sekali pun, hal rupa semacam ini bisa saja terjadi. Coba kita tanya pada diri kita sendiri…

Ini juga yang patut menjadi pelajaran bagi kita bersama sebagai ikhwah, kini panji-panji islam berada di pundak kita. Agar tetap bisa tegak di muka bumi, ianya butuh pejuang-pejuang yang tangguh. Inilah masa kita untuk menjadi pribadi yang tangguh dengan 10 muwashoffat yang sejatinya sudah bisa mengakar dalam diri kita. 

Kisah tadi merupakan salah satu hal sepele yang mungkin bisa jadi sering kita jumpai dalam kehidupan kita sebagai aktifis dakwah, bahkan termasuk penulis sendiri. Abdullah bin Mas’ud pernah berkata, “Tidaklah patut berbohong baik dalam masalah yang serius maupun dalam keadaan bercanda, dan tidaklah patut salah seorang di antara kalian menjanjikan sesuatu kepada anaknya kemudian dia tidak menepatinya.” (Shahih Adabul Mufrad (299/387)

Satu hal yang kemudian mengkhawatirkan saya adalah sabda Rasulullah. Berkenaan tentang hal ini Rasulullah juga pernah bersabda, 

Suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya padahal dalam pembicaraan itu kamu berbohong kepadanya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Berdasar cerita singkat tadi, sungguh sangat mengkhawatirkan sekali bagi para aktivis dakwah yang telah mengetahui akibat dibaliknya. Saya hanya mengingatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda,

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR. Muslim)

Tinggal kita bertanya kepada diri kita, apakah kita pernah melakukan suatu kebohongan yang disengaja atau tidak, yang bisa saja menjadikan kita termasuk orang-orang munafik. Saya berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang yang kelak Allah tempatkan dalam neraka-Nya yang paling dasar. Na’udzubillahi mi dzaalik.
Semoga Allah senantiasa menjaga mulut kita dari segala perkataan kebohongan. Semoga Allah menjadikan mulut kita dapat berbicara melainkan hanya dipergunakan untuk mengucap kebenaran dan menepis kemungkaran. Semoga Allah menempatkan kita kelak dalam surga-Nya yang kekal. Amiin Allahumma Aamiin.

Segala khilaf dan salah dari saya, mohon dimaafkan. Selamat menempuh hari demi hari dengan keberkahan mulut kita. :’D

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin,

[Ibrahim Al-Buntanj] - [1406]